Fokus pada Nikmat

Saat sedih, saat ada masalah kita seringkali terlalu fokus pada masalah yang dihadapi. Merasa seolah masalah kita adalah yang paling berat. Hidup kita yang paling rumit.


Apalagi ditambah melihat kebahagiaan orang lain, maka semakin menderita pulalah kita. Padahal apa yang kita lihat tak selalu sama dengan yang terjadi.

Kita hanya melihat dari luar, tanpa pernah tau lika-liku dan rumit apa yang dilalui orang itu. Kita hanya melihat dari yang nampak tanpa pernah mengerti berapa banyak sedih yang mereka sembunyikan untuk bisa tersenyum.

Disaat itu yang kita ingat hanya cobaan dari Allah. Seolah Allah tidak adil, seolah berat sekali yang kita rasakan. Padahal kita hanya lupa, kita hanya tak peduli pada betapa banyak nikmat yang sudah Allah berikan.

Nikmat itu ada sejak kita masih dikandungan sampai saat ini, nikmat itu berbagai macam bentuknya. Keluarga, waktu luang, kesehatan, fisik sempurna, kesempatan, rezeki, ilmu, sahabat, dan masih banyak lagi yang jika dihitung tak terhingga nilainya.

Lalu dibandingkan dengan masalah yang baru berapa menit atau jam kita rasakan. Apakah sebanding? Sangat tidak.

Jadi, cobalah ingat dan fokus pada nikmat apa saja, semua kemudahan disetiap urusan, setiap kebahagian yang sudah Allah berikan di banding hanya sebagian kecil masalah yang Allah berikan. Dan tentunya itupun sebagai bentuk kasih sayang dan rindu Allah pada kita. Karena Allah ingin hapuskan dosa kita maka Allah hadirkan masalah itu. Ingin kita lebih kuat dan dekat dengannya maka dihadirkan pelik itu.

Cobalah fokus pada segala nikmat Allah, maka pasti syukur dan bahagia akan selalu ada seberat apapun masalahnya.

Komentar