Bagaimana syukur yang sebenarnya?

Syukur seperti kita tau telah menjadi kunci dari bahagia yang sebenarnya. Menjadi pegangan kuat kita untuk selalu merasa cukup dan bahagia dengan semua yang kita miliki.

Namun apakah benar kita paham arti syukur yang sebenarnya? Arti satu kata ajaib dengan sejuta manfaat ini?

Syukur memang mudah diucapkan tapi perlu usaha yang tidak mudah untuk diterapkan. Jika sekedar mengatakan Alhamdulillah saja. Maka seorang maling yang hampir ketahuan tapi terselamatkan pun akan mengucapkannya. Jika sekedar senyum ketika mendapat rezeki, pencuri pun melakukannya saat berhasil mendapatkan hal yang diincarnya.

Bukan berarti mengucap hamdalah dan senyum itu berarti belum bersyukur ya.. tapi itu adalah syukur yang paling rendah. Dengan begitu banyak nikmat Allah pantaskan kita hanya bersyukur dengan cara yang paling sederhana itu? Yang bahkan dilakukan oleh seorang penjahat.

Syukur yang harus kita terapkan adalah syukur yang sebenar-benarnya. Apa itu? Yakni syukur yang ketiga syukur dengan tindakan. Setelah syukur dengan hati dan lisan.

Bagaimana syukur dengan tindakan? Sebagai contoh dengan anggota tubuh yang sempurna dan lengkap maka cara kita mensyukurinya adalah dengan digunakan untuk ibadah, untuk bekerja, untuk menolong mereka yang membutuhkan. Itu salah satu cara kita berterimakasih pada Allah yang telah menyempurnakan fisik kita.

Itulah syukur dengan tindakan. Dengan potensi yang kita miliki maka cara mensyukurinya adalah dengan berkarya dan berkontribusi besar untuk masyarakat luas.

Dengan akal dan pikiran yang sehat kita mensyukurinya dengan belajar sebanyak mungkin. Dengan nikmat sehat kita gunakan untuk ibadah sebaik mungkin. Dengan nikmat waktu luang kita manfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan hal-hal bermanfaat.

Dengan pekerjaan kita, kemampuan kita dibidang apapun kita maksimalkan untuk mengabdi pada negeri. Itulah syukur yang sebenar-benarnya. Semoga kita selalu bisa menerapkannya, sedikit demi sedikit dan istiqomah. Bersyukur dengan belajar, ibadah, karya dan kontribusi semaksimal mungkin. Itulah syukur yang sebenar-benarnya.

Komentar